Penuh Takzim, Alumni Bahrul Ulum di Mesir Kenang Keteladanan K.H. Fadhlullah Malik

Penuh Takzim, Alumni Bahrul Ulum di Mesir Kenang Keteladanan K.H. Fadhlullah Malik

Fismabamesir.com—Wafatnya Drs. K.H. Fadhlullah Malik, M.Hi., Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum (Induk) dan Al-Maliki 1, Tambakberas, Jombang, menyisakan duka bagi para alumni Bahrul Ulum di mancanegara. Merespons kabar tersebut, Forum Informasi Silaturahmi Mahasiswa dan Alumni Bahrul Ulum (Fismaba) Mesir menggelar doa bersama di Sekretariat Fismaba, Kairo, pada hari Ahad, 10 Mei 2026.

Rangkaian agenda dimulai pada pukul 17.00 CLT dengan pembacaan Surah Yasin yang dipimpin oleh Khoirul Ulum. Khidmatnya suasana berlanjut saat Abda Rifqi memandu pembacaan tahlil serta mengimami pelaksanaan salat gaib berjamaah, sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum yang wafat pada pukul 03.00 WIB dini hari tadi.

Acara kemudian dilanjut dengan penyampaian isyhad (kesaksian) untuk mengenang perjalanan hidup almarhum. Agus Anim Bihi Kamaladin atau Gus Kemal, selaku perwakilan keluarga, menceritakan bahwa putra kedua pasangan K.H. Abdul Malik Hamid dan Ibu Nyai Hj. Churun Ain Malik ini adalah pribadi yang sangat tegar.

"Beliau menderita penyakit sudah cukup lama, tapi saya tidak mendengar beliau mengeluh," ungkap Gus Kemal. Ia menambahkan, ketangguhan itu terlihat saat Kiai Fadh masih menyempatkan diri menjenguk adiknya, K.H. Imron Rosyadi Malik, yang baru menjalani operasi, meskipun almarhum sendiri dalam masa pemulihan.

Keteladanan tersebut rupanya juga membekas di hati para santri. Ahmad Arya Rosyidin, alumnus Al-Maliki 1, memberikan kesaksian bahwa kondisi kesehatan yang menurun tidak menghalangi Kiai Fadh untuk tetap mengasuh secara langsung. Almarhum tercatat masih sering mengimami salat berjamaah hingga turun mendampingi santri dalam kegiatan kerja bakti di lingkungan pesantren.

Melengkapi kesaksian tersebut, Abda Rifqi mengenang sisi istikamah Kiai Fadh. Kesabaran almarhum dalam mengampu kitab dasar seperti Jurumiyah dan Minahus Saniyah setiap bulan Ramadan menjadi bukti dedikasinya yang utuh sebagai seorang pendidik.

Kini, sosok bersahaja yang menjadi pilar di Tambakberas itu telah berpulang. Meski raga Kiai Fadh telah tiada, kenangan akan ketulusannya dalam menemani santri dan suaranya saat mengaji akan selalu abadi. Di bawah langit Kairo, para alumni melepas sang guru dengan doa-doa terbaik, membawa serta bekal istikamah yang telah beliau titipkan sepanjang hayat.

Pewarta: Rofiqul Amin
Lebih baru Lebih lama